Kita sebagai warga Indonesia mungkin masih banyak yang belum mengetahui kuliner khas setiap daerah di Indonesia. Seperti Kuliner Khas Kraton Jenang Suran. Mungkin anda baru saja mendengar makanan Jenang Suran Berikut penjelasan dari Kuliner Khas Kraton Jenang Suran.
JENANG atau bubur Suran, adalah kuliner asli Kraton Kasunanan Surakarta yang dibuat dari dapur Istana Kraton Kasunanan Surakarta yang dikenal dengan sebutan dapur Gondorasan.
Jenang Suran keluar saat upacara tertentu di Kraton Surakarta seperti peringatan berdirinya Kraton Surakarta tepat 271 tahun.
Koes Moertiyah didampingi abdi dalem Yemmi mengatakan, nama
jenang suran mengandung perlambang waktu itu terbatas, manusia seharusnya ingat masa lalu dan memperbaiki masa depan.
GRAy Koes Moertiyah menambahkan, jenang selalu hadir sebagai simbol ungkapan rasa syukur kepada Tuhan. Dalam semua ritual selamatan masyarakat Jawa khususnya di wilayah Surakarta dan sekitarnya, makanan khas berupa jenang selalu hadir. Makanan khas itu menjadi simbol doa, harapan, persatuan dan semangat masyarakat Jawa.
Jenang umumnya dibuat dari tepung beras atau tepung ketan lalu dimasak dengan santan dan ditambahkan gula merah atau gula putih. Racikan bahan yang ada pada jenang Suran yang rasanya gurih, manis itu di antaranya abon, tempe kering, kripik kentang atau klengkam , irisan telur dadar, sambal goreng dan ayam opor.
Selain itu ada acar kuning, gereh teri, bergedel dan kemangi. Meski porsinya kecil namun materi bahan masakannya cukup komplet.
Bagaimana? Sekarangbsudah tahu kan Kuliner Khas Kraton Jenang Suran. Untuk para pecinta kuliner wajib mencoba Kuliner Kraton Jenang Suran ini.
JENANG atau bubur Suran, adalah kuliner asli Kraton Kasunanan Surakarta yang dibuat dari dapur Istana Kraton Kasunanan Surakarta yang dikenal dengan sebutan dapur Gondorasan.
Jenang Suran keluar saat upacara tertentu di Kraton Surakarta seperti peringatan berdirinya Kraton Surakarta tepat 271 tahun.
Koes Moertiyah didampingi abdi dalem Yemmi mengatakan, nama
jenang suran mengandung perlambang waktu itu terbatas, manusia seharusnya ingat masa lalu dan memperbaiki masa depan.
GRAy Koes Moertiyah menambahkan, jenang selalu hadir sebagai simbol ungkapan rasa syukur kepada Tuhan. Dalam semua ritual selamatan masyarakat Jawa khususnya di wilayah Surakarta dan sekitarnya, makanan khas berupa jenang selalu hadir. Makanan khas itu menjadi simbol doa, harapan, persatuan dan semangat masyarakat Jawa.
Jenang umumnya dibuat dari tepung beras atau tepung ketan lalu dimasak dengan santan dan ditambahkan gula merah atau gula putih. Racikan bahan yang ada pada jenang Suran yang rasanya gurih, manis itu di antaranya abon, tempe kering, kripik kentang atau klengkam , irisan telur dadar, sambal goreng dan ayam opor.
Selain itu ada acar kuning, gereh teri, bergedel dan kemangi. Meski porsinya kecil namun materi bahan masakannya cukup komplet.
Bagaimana? Sekarangbsudah tahu kan Kuliner Khas Kraton Jenang Suran. Untuk para pecinta kuliner wajib mencoba Kuliner Kraton Jenang Suran ini.

Comments
Post a Comment